Saturday, March 26, 2016

MAKALAH KITAB LU'LU' WAL MARJAN



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sebagaimana telah difahami bahwa pedoman hidup seorang mu'min adalah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW atau hadits yang shahih. Kitab hadits yang telah disepakati oleh ulama hadits adalah Shahih Bukhari  yaitu kumpulan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari  (194-265 H) dan  Shahih Muslim yang disusun oleh Imam Muslim (204-261 H). Kedua kitab hadits tersebut adalah himpunan hadits-hadits Rasulullah SAW yang paling shahih.
Lebih dari itu, semua hadits yang disepakati oleh kedua imam tersebut adalah hadits dengan tingkat keshahihan tertinggi. Yang dimaksud dengan kesepakatan antara Al-Bukhari dan Muslim adalah kesepakatan atas takhrij induk hadits dari segi nama sahabatnya, meskipun ada perbedaan dalam segi redaksinya. Demikian ditegaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar, seorang ahli hadits bertaraf  internasional.
Kitab Al-Lu’lu’  Wal Marjan adalah kitab referensi himpunan hadits shahih yang telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, biasa disebut Shahihain atau Muttafaq ‘Alaihi. Kitab ini disusun oleh yang dihimpun oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi.
Kelebihan kitab ini yang tidak ditemukan pada kitab yang lainnya adalah digabungkannya hadits Shahih Al-Bukhari yang teksnya paling sesuai dengan teks hadits yang ada dalam Shahih Muslim menjadi satu kitab.
Kitab ini meliputi berbagai masalah dalam agama Islam. Dan yang lebih penting lagi karena kitab ini pilihan yang disepakati dalam dari dua Kitab yang sudah shahih, maka hadits-hadits yang ada dalam kitab ini benar-benar tidak diragukan kesahihahnya. Oleh karena itu, untuk memahami sunnah Rasulullah SAW minimal kita mesti membaca kitab ini.

B.       Rumusan Masalah
1.      Siapakah penyusun Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan?
2.      Apa metode yang di gunakan dalam penyusunan Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan?
3.      Apa Isi kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan?

C.      Tujuan Perumusan Masalah 
1.      Mengetahui nama dan biografi penyusun Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan
2.      Mengetahui metode yang di gunakan dalam penyusunan Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan
3.      Mengetahui isi kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan

















BAB II
PEMBAHASAN


A.      Biografi Pengarang Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan
Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di tulis oleh Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi bin Sholih bin Muhammad. Beliau lahir di Mesir di desa Balqilyubiyah[1] 3 Jumadil ula 1299 H atau 3 maret 1882[2] dan tumbuh besar di kairo. Beliau meninggal di kairo 1388 H.[3]
Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di susun pada tahun kurang lebih 1949 M atau 1328 H. Masa kecil beliau di pergunakan untuk menuntut Ilmu, hal ini di tunjukkan dengan bergurunya ia bersama keluarganya ke Sudan selama lima tahun. Kemudian setelah dewasa Fuad Abdul Baqi mengajar di sekolah-sekolah sekitar kota Kaherah. Setelah itu, fuad Abdul baqi pula menjadi tenaga penterjemah bahasa arab dari bahasa Prancis di kota yang sama, yaitu Kaherah.
Setelah giat mengajar, akhirnya Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi memutuskan untuk mengundurkan diri lalu memusatkan dirinya di bidang penulisan kitab-kitab maupun indeks-indeks. Diantaranya:
1.      Kitab “Miftah Kunuz al-Sunnah” kitab ini dikarang dan disusun oleh Dr.A.J. Wensinck (1939) seorang orientalis Belanda yang telah diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Arab adalah satu sumbangan beliau di samping usahanya untuk memepelajari usaha tersebut.[4]
2.      Kitab “Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur’an”.
3.      Kitab “Mu’jam Gharib al-Qur’an”.
4.      Indeks untuk kitab “Muwatta’ Imam Malik”. Ia menyebut permulaan hadits dan didepannya diisyaratkan nomor halaman yang terdapat kitab tersebut.
5.      Indeks untuk kitab “Sunan Ibn Majah”,
6.      Kitab “fahros liahadits shohih Muslim al-Qouliyah”, yakni kitab yang memuat indeks untuk kitab “Sahih Muslim” di samping sedikit uraian-uraian yang terkait.[5] Kitab ini disusun berdasarkan permulaan hadits-hadits qauli dalam kitab shahih Muslim berdasar sistematika kamus dikaitkan dengan kata-kata awal matan hadits dan menyebut di depan kata tiap hadits nomor halaman.[6]
7.      Kitab “al-Lu’lu’ wa al-Marjan fi Ma Ittafaqa ‘ala Syaikhan” yaitu Himpunan hadis yang disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, setebal 3 juz dalam 1 jilid yang sedang dibahas dalam makalah ini.

B.       Metode Penyusunan Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan
Shahih Al-Lu’lu’ (Bukhari) Wal Marjan (Muslim) adalah kitab referensi himpunan hadits yang paling tinggi tingkat keshahihannya yang berisi hadits-hadits yang disepakati oleh dua orang imam terkemuka ahli hadits, yakni Al-Bukhari (194-265 H) dan Muslim (204-261 H).
Imam Taqiyudin Abu Umar Utsman bin Abdurrohman bin Utsman bin Musa bin Abi Nashr Asysyahrazuri Asy-Syafi'i (Ibn Ashsholaah) membagi tingkat Hadits Shahih dalam tujuh tingkat:
1.      Sahih muttafaq alaihi, disepakati oleh Bukhari - Muslim.
2.      Sahih hanya diriwayatkan oleh Bukhari.
3.      Sahih hanya diriwayatkan oleh Muslim.
4.      Sahih menurut syarat yang ditentukan oleh Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkan hadits itu.
5.      Sahih hanya menurut syarat Bukhari, tetapi ia tidak meriwayatkannya.
6.      Sahih hanya menurut syarat Muslim, tetapi ia tidak meriwayatkannya.
7.      Sahih menurut riwayat lain-lainnya tidak menurut syarat keduanya.[7]
Kesemuanya ini termasuk hadits sahih yang dapat diterima oleh ummat Islam dalam menentukan hokum.
Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di susun berdasarkan urutan-urutan kitab shoheh muslim secara bagus. Kemudian beliau mengambil nama kitab-kitab dan bab-bab serta nomor-nomornya dari shoheh muslim. Dan mengambil nash Al-Hadits dari Shoheh Al-Bukhori yang telah disepakati oleh Imam Muslim. Dan di dalam kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di sebutkan nash hadis Imam Bukhari yang hampir menyerupai nash hadits yang telah di sepakati oleh Imam Muslim.[8]
Kelebihan kitab ini yang tidak ditemukan pada kitab yang lainnya adalah digabungnya hadits Shahih Al Bukhari yang teksnya paling sesuai dengan teks hadits yang ada dalam Shahih Muslim menjadi satu kitab.
Al Hafizh Ibnu Hajar, ulama ahli hadits bertaraf internasional menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan kesepakatan antara Al Bukhari dan Muslim ialah kesepakatan atas takhrij induk hadits dari segi nama sahabatnya, meskipun ada perbedaan dalam segi redaksinya.[9]
Misalnya hadits Bukhary yang bersanadkan Isma’il dari Malik dari Tsaur bin Zaiddari Abi’il Ghais dan Abu Hurairah r.a, berkata :
قال النبي صلى الله عليه وسلم : " الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله , أو كالذي يصوم النهار ويقوم الليل "
“Orang yang memelihara janda dan orang miskin, bagaikan pejuang sabilillah atau bagaikan orangyang berpuasa di siang hari dan bertahajud di malam hari”.
Kemudian bandingkan dengan hadits Muslim yang bersanadkan Abdullah bin Masalamah dari Malik dari Tsaur bin Zaid dari Abi’l Ghais dan Abu hurairah r.a, berkata:
قال النبي صلى الله عليه وسلم : " الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله , وأحسِبُهُ كالقَائِمِ لايفترُ , وكالصائمِ لايفطرُ "
“Orang yang memelihara janda dan orang miskin, bagaikan pejuang sabilillah dan aku menganggapnya bagaikan orang yang tiada henti-hentinya bertahajud di malam hari dan bagaikan puasa tanpa berbuka”
Walaupun kedua hadits Bukhary dan Muslim diatas bersanadkan dan redaksinya berlainan, namun karena adanya persamaan dalam perawi pertama yaitu sahabat, maka kedua hadits tersebut tetap disebut dengan Muttafaq ‘Alaih.[10]
Istilah Muttafaq ‘Alaih bukan bararti telah mendapatkan permufakatan oleh seluruh umat Islam namun menurut Ibnu shalah bahwa hadits tersebut harus diterima oleh seluruh umat Islam, disebabkan sebagian besar keshahihannya sudah diterima oleh sebagian besar umat Islam.[11]
Sebagai contoh penyusunan hadits seperti hadits Imam Bukhari meriwayatkan Hadis الأعمال بالنية  dalam tujuh tempat:
1  عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: سمعت رسول الله ص.م. يقول: إنما الأعمال بالنية, وأنما لكل امرئ مانوى, فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها, أو إلى امرأة بنحكها, فهجرته إلى ما هاجرإليه
2.    في : 2- كتاب الإيمان, 41- باب ماجاء أن الأعمال بالنية
عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه أن رسول الله ص.م. قال: الأعمال بالنية,  ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها, أو امرأة يتزوجها, فهجرته إلى ما هاجر إليه
3.   في : 49- كتاب العتق, 6- باب الخطأ والنسيان في العناقة والطلاق
عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه, عن النبي ص.م. قال: الأعمال بالنية, ولامرئ ما نوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله, فهجرته إلى الله ورسوله, ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها, أو امرأة يتزوجها, فهجرته إلى ما هاجر إليه
4.   في : 63- كتاب الأنصار, 45- باب هجرة النبي ص. م. واصحابه في المدينة.
عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: سمعت رسول الله ص.م. يقول: الأعمال بالنية, فمن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها, أو امرأة يتزوجها, فهجرته إلى ما هاجر إليه, ومن كانت هجرته إلى الله ورسوله, فهجرته إلى الله ورسوله ص.م.
5.   في : 67- كتاب النكاح, 5- باب من هاجر أو عمل خيرا لتزويج امرأة فله ما نوى
عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: قال: النبي ص. م.: العمل بالنية, وإنما لامرئ ما نوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله, فهجرته إلى الله ورسوله ص.م., ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها, أو امرأة ينكحها, فهجرته إلى ما هاجر إليه[12]
6.    في : 83- كتاب الأيمان والنذور, 23- باب النية في الأيمان
عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: سمعت رسول الله ص.م. يقول: إنما الأعمال بالنية, وإنما لامرئ مانوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله, فهجرته إلى الله ورسوله, ومن هاجر إلى دنيا يصيبها, أو امرأة يتزوجها, فهجرته إلى ما هاجر إليه
7.    في : 90- كتاب الحيل, 1- باب في ترك الحيل
عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: سمعت النبي ص.م. يقول: أيها الناس, إنما الأعمال بالنية, وإنما لامرئ مانوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله, فهجرته إلى الله ورسوله, ومن هاجر إلى دنيا يصيبها, أو امرأة يتزوجها, فهجرته إلى ما هاجر إليه
Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini dengan teks yang ada dalam kitabالإمارة  (33), bab إنما الأعمال بالنية  (45), nomor hadits 155.
عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: قال رسول الله ص. م.: إنما الأعمال بالنية, وإنما لامرئ مانوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله, فهجرته إلى الله ورسوله, ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها, أو امرأة يتزوجها, فهجرته إلى ما هاجر إليه
Teks ini tidak sesuai kecuali terhadap hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al-Iman wa An-Nudzur.[13]
Kitab ini meliputi berbagai masalah dalam agama Islam. Dan yang lebih penting lagi karena kitab ini pilihan yang disepakati dalam dari dua Kitab yang sudah shahih, maka hadits-hadits yang ada dalam kitab ini benar-benar tidak diragukan kesahihahnya.[14]
Al-Lu’luk wa Al-Marjan fi Ma Ittafaqa ‘alaihi Syaikhan dalam penyusunannya, Syekh Muhammad Fuad Abdul Baqi menulis kitab ini sebagaimana sistematika Shahih Muslim, karena Muslim mengumpulkan hadis yang terkait dengan satu tema tertentu dalam satu bab. Di samping itu, terkadang Al-Bukhari memenggal redaksi hadis dan diletakkan di beberapa bab yang berbeda. Beliau melakukan hal ini dalam rangka ber-istidlal dengan hadis tersebut untuk menguatkan judul bab yang beliau tetapkan.
Sementara, teks hadisnya, beliau pilih dari Shahih Al-Bukhari. Beliau menempatkan hadis Shahih Al-Bukhari pada judul bab dari Shahih Muslim. Kemudian, beliau memberi keterangan: “Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam bab demikian”. Jumlah hadis dalam kitab Al-Lukluk wa Al-Marjan adalah sebanyak 1906 hadis.[15]
Kitab ini diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh H Salim Bahreisy. Dan penyusunan kitab ini disebabkan penterjamah merasa adanya kewajiban kepada setiap muslim sebagaimana yang tersebut dalam ayat 187 surat Al-Imran, juga dalam sabda Nabi Muhammad saw :"Ballighu anni walau ayah" (Sampaikan apa yang kalian dapat dariku walau hanya se-ayat). Disamping adanya keinginan membuat suatu amal jariyah yang berguna seterusnya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:"Ilmun yuntafa'u bihi" (Ilmu pengetahuan yang berguna).[16]

C.      Isi kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan
Kitab ini adalah panduan bagi setiap Muslim dalam menapaki jalan hidupnya di dunia ini. Kitab Lu’lu’ Wal Marjan berisi kumpulan hadist-hadist shohih dari Bukharidan Muslim yang terdiri dari tiga juz, 54 Kitab, dan 1906 buah Hadist. Berikut isi dari kitab Lu’lu Wal Marjan:
Juz pertama berisi tentang Kitab: Iman, Thaharah, Haidh (Datang bulan), Sholat, Masjid, dan ketentuan Sholat, Sholat para Musafir dan qosornya, Jum’at, Sholat 2 hari Raya, Sholat Istisqa’, Sholat Khusuf, Janaiz dan zakat.
Juz Kedua berisi tentang: Puasa, I’tikaf, Haji, Nikah, Menyusui, Talak, Li’an, Pembebasan Budak (al-‘atik), Jual beli, Musaqaf (Persewaan Tanah), Faraidh(Warisan), Al-habbath, Wasiat, Nazar, Al-Aiman (Sumpah), Taqsim, Al-Hudud (Hukum atas kejahatan), Al-‘Aqdiyyah, Al-Luqthah (Barang Temuan di Jalan), Jihad, Al-Imarah (Pemerintahan) dan Penyembelihan Hewan Qurban.
Juz Ketiga berisi tentang: Al-Udhiyyah (Berkorban), Al-Asrabah (Minuman), Pakaian dan Perhiasan, Adab (Tata Tertib), As-Salam, Tuntunan penggunaan kata-kata sopan, Sya’ir (Sajak),  Mimpi, Al-fadhail, adab sopan santun dan silahturahmi, Qadar, (Ilmu- Zikir-Doa-Taubat dan Istigfar), Taubat, Sifat-sifat munafik, Syurga dan kenikmatannya, Tanda-tanda Kiamat, Zuhud dan Tawaddu’ dan Tafsir.[17]





















BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di tulis oleh Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi bin Sholih bin Muhammad. Beliau lahir di Mesir di desa Balqilyubiyah 3 Jumadil ula 1299 H atau 3 maret 1882 dan tumbuh besar di kairo. Beliau belajar di beberapa sekolah dan kemudian bekerja sebagai penerjemah dari bahasa perancis di bank pertanian (1933-1905).
Kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di susun berdasarkan urutan-urutan kitab shoheh muslim secara bagus. Kemudian beliau mengambil nama kitab-kitab dan bab-bab serta nomor-nomornya dari shoheh muslim. Dan mengambil nash al hadits dari shoheh al-Bukhori yang telah disepakati oleh imam muslim. Dan di dalam kitab Al-Lu’lu’ wal Marjan di sebutkan nash hadis bukhari yang hampir menyerupai nash hadits yang telah di sepakati oleh muslim.
Kitab Lu’lu’ Wal Marjan berisi kumpulan hadist-hadist shohih dari Bukhari dan Muslim yang terdiri dari tiga juz, 54 Kitab, dan 1906 buah Hadist.

B.       Saran
Meskipun kami sudah berusaha maksimal menyelesaikan makalah ini, tapi kami yakin masih banyak kesalahan dan kekurangannya. Karenanya, kritik dan saran sangat kami nantikan untuk perbaikan selanjutnya. Terima kasih.





[1] Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi bin Sholih bin Muhammad, Al-Lu’lu’ Wal Marjan, Maktabah Syamilah,-
[3] Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi bin Sholih bin Muhammad, Op.Cit.
[4] Mahmud Al-Thohhan, Dasar-Dasar Ilmu Takhrij dan Studi Sanad, pent. Aqil Husin al-Munawar & Masykur Hakim,(Semarang: Dina Utama), 1995, h.109
[6] Mahmud Al-Thohhan, Op.cit, h.72
[7] Muhammad Fuadi Abdul Al-Baqi, Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan, (Kairo: Darul Hadis). h. 9; lihat juga  Fatchur Rahman, Ikhtisar Musthalah Hadits, (Bandung: Al-Ma’arif), 1974, h. 124-127
[8] Muhammad Fuadi bin ‘Abdul Baqi bin Sholih bin Muhammad, Al-Lu’lu’ Wal Marjan, Maktabah Syamilah,-
[10] Fatchur Rahman, Ikhtisar Musthalah Hadits, (Bandung: Al-Ma’arif),1974, h. 125
[11] Ibid. h. 126
[12] Muhammad Fuadi Abdul Al-Baqi, Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan, Kairo, Darul Hadis, h. 8.
[13] Ibid, h. 9
[16] http://centrin21.tripod.com/kitab2.html, diakses tanggal 01-12-2015, jam 09:50
[17] Muhammad Fuadi Abdul Al-Baqi, Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan, (Kairo:Darul Hadis).

No comments:

Post a Comment